SEJARAH PENGADILAN.HTML

Sejarah Pengadilan

Pengadilan Agama Pangkajene telah melalui perjalanan sejarah yang cukup panjang. Pertama kali Qadhi terbentuk dipangkajene pada tahun 1915 dengan ketuanya ( petta Qadhi pertama ) ialah Andi Calla Dg. Mabbate dengan panitera ( juru tulis ) ialah Ambo Rappung Dg. Patalle dan H. Kallasi Dg. Maloga. Adapun hakimnya (Leden) adalah  K.H. Muslimin, H.Husain,dan H. Muh. Said. Wilayah yuridiksi Qadhi pada saat itu meliputi onderafdeling pangkajene yang terdiri dari 7 adat gemenschap yaitu Pangkajene, Bungoro, Labbakkang, Segeri, Mandalle dan Balocci.

Adapun wilayah kepulauan pada waktu ituberstatus sebagai bagian dari stadagemente Makassar (Kotamadya Ujung Pandang yang sekarang dikenal dengan Kota Makassar). Volume perkaranya setiap tahun rata-rata 100 perkara. jenis perkara yang ditangani pada umumnya terdira dari pewarisan, talak, cerai, rujuk, maskan dan hibah. Pada saat itu, pengadilan (qadhi) berkantor dibawah kolom rumah petta Qadhi (ketua).

Kemudian pada tahun 1945, H. Andi Hasan Dg. Pawawo diangkat sebagai petta Qadhi kedua menggantikan petta Qadhi yang pertama (Andi Calla) dengan paniteranya ialah H. Kallasi Dg. Maloga serta leden-nya (hakimnya) adalah H. Abd. Rahman, H. Mas’ud dan H. Baharuddin. Wilayah yuridiksinya tidak berubah masih tetap sama dengan masa Andi Calla dan wilayah kepulauan tetap berada dalam wilayah stadagemente Makassar.

Pada tahun 1953, terbentuklah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.  Keberadaan KUA Kecamatan  ini, maka tugas-tugas Qadhi diambil alih oleh KUA Kecamatan. Dengan demikian, wewenang Qadhi tidak ada lagi (Qadhi tidak berfungsi lagi). Kevakuman ini berlangsung beberapa tahun hingga terbentuknya Pengadilan Agama /Mahkamah Syar’iyah pada  tanggal  6 Maret 1958. Pembentukan Pengadilan Agama /Mahkamah Syar’iyah Pangkep ini bersamaan dengan  pembentukan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah di wilayah Sulawesi lainnya,  Nusa Tenggara, Maluku dan Irian barat.

Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah Pangkep di Pangkajene terbentuk berdasarkan penetapan Menteri Agama No. 5 Tahun 1958 tanggal  6 Maret 1958. Adapun ketuanya yaitu K.H. Abd. Hannan dengan panitera Abd. Karim dan H. Baharuddin dengan hakim-Hakimnya yaitu K.H. Syuaib Maggang dan K.H. Burhanuddin dan dibantu oleh 7 orang Hakim anggota Honor masing-masing H. Kallasi Dg. Maloga, H. Muh. Syarif, K.H. Muh. Said, Abubakkaruddin, K.H. Hasan, K.H. Muh. Arsyad, dan Muh. Said.